Skip to content

Menggantang Asa di Sungai Madang

March 2, 2011

Saat melakukan Flora Identification di Kawasan Hutan Sungai Madang, kami singgah di Pondok Nelayan milik warga Desa Perigi. Saat perahu merapat ke Pondok tersebut muncul seorang lelaki tua menyambut kami dengan wajah ramah.

Pak Hasan menikmati waktu istirahat Danau Madang Nurhasan Basri atau biasa dipanggil Pak Hasan berumur 61 tahun. Kehidupan yang keras telah membuat raut wajah Pak Hasan terlihat lebih tua dari umurnya. Sebenarnya dia bukan lah asli warga Perigi, Sungai Katingan, Pak Hasan berasal dari Sedayu, Gresik. Mulai mengembara di Tanah Kalimantan sejak 1969 di Kuala Pembuang. Kemudian menjadi awak kapal barang “Cinta Murni” menjadikan dia berpindah-pindah tempat mengunjungi pulau-pulau di Indonesia. Kemudian pada tahun 1993 masuk Perigi, menikah dengan perempuan lokal yang telah memiliki anak 11, sejak saat itu jadilah dia warga Desa Perigi sampai sekarang.

Setelah menikah, Pak Hasan tidak bekerja sebagai awak kapal lagi, dia  tetap tinggal di Perigi. Untuk menghidupi keluarganya yang cukup banyak Pak Hasan setiap hari pergi menangkap ikan di Sungai Madang, Anak Sungai Katingan. Pekerjaan ini dibantu oleh anak-anaknya. Menangkap ikan memang menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar warga Desa Perigi, selain Rotan dan membuat kerajian tikar dari Daun Purun.

Menurut Pak Hasan penghasilan sebagai nelayan sangat lah terbatas. setiap minggu rata-rata penghasilan dia dan kelomopknya  adalah sebagai berikut :

Nama Ikan Tangkapan/minggu Harga/kg Jumlah
Ikan Pentet 40 kg Rp. 5.000 Rp. 200.000
Ikan Kekapar 35 Kg Rp. 5.000 Rp. 150.000
Ikan campuran 5 kg Rp. 7.000 Rp. 35.000

Saat musim banjir seperti sekarang ini, hasil tangkapan akan menurun tajam karena ikan-ikan akan pergi jauh masuk ke dalam sela-sela hutan gambut. hal itu membuat sukar di tangkap. Jika musin kemarau ikan akan berkumpul di lubuk-lubuk sehingga mudah ditangkap.

Tahun 2010 ini merupakan tahun yang kurang baik, karena sepajang tahun hujan tidak henti-henti. Bagi Pak Hasan tahun ini sangat berat. Hutang di Tengkulak ikan akan semakin menumpuk karena tidak bisa terlunasi dengan hasil tangkapan.

Taryono

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: